BeritaDaerah

Sejumlah Daerah di Sumsel Gencarkan Vaksinasi untuk Pelajar

PROGRAM vaksinasi Covid-19 terus berlanjut di Sumatra Selatan, difokuskan untuk kalangan pelajar.
Upaya ini untuk mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang saat ini sudah mulai dilakukan. Salah satunya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) yang mendapat alokasi vaksin sebanyak 1.800 dosis untuk pelajar tingkat SMP. Plh Bupati OKU Edward Candra mengatakan, program vaksinasi pelajar kali ini diinisiasi Badan Intelegen Negara (BIN).
Adapun kriteria pelajar yang disuntik vaksin adalah berusia 12-17 tahun. “Pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar ini bagian dari ikhtiar kita dalam melaksanakan PTM di OKU.
Untuk menghindari kerumunan, pelaksanaannya bertempat di sekolah,” katanya, Sabtu (11/9). Edward menambahkan, kuota vaksin untuk pelajar tersebut bersamaan dengan alokasi sebanyak 400 dosis untuk masyarakat umum di OKU, sehingga total jatah vaksin yang diterima kabupaten itu mencapai 2.200 dosis.
“Kami pun memberikan vaksin kepada masyarakat secara door to door,” kata Edward.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan OKU, Teddy Meilwansyah, mengatakan pihaknya mengapresiasi BIN yang telah memprioritaskan vaksinasi untuk pelajar di daerah tersebut.
“Lokasi vaksin tahap pertama di Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat karena kedua wilayah itu masih rentan dalam penyebaran Covid-19,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, kata dia, Dinas Pendidikan OKU telah membuat surat pernyataan kepada orangtua pelajar atas kesediaan vaksin, agar tidak ada unsur pemaksaan untuk melakukan vaksinasi kepada pelajar. Sementara itu, di Kabupaten Musi Banyuasin, program vaksinasi untuk pelajar juga gencar dilakukan. Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Apriyadi, mengatakan prioritas vaksinasi kali ini ditujukan untuk pelajar tingkat SMA.
“Pemkab Muba sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi bagi pelajar yang berusia 12 tahun ke atas dan memenuhi syarat untuk vaksin,” katanya. Pada tahap awal, terdapat 913 pelajar SMA di kabupaten itu yang mendapatkan vaksin Covid-19.
Dia menerangkan tujuan vaksinasi pelajar tak lain untuk menunjang kegiatan sekolah PTM sudah berlangsung sejak dua pekan lalu, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat.
Menurut Apriyadi, pihaknya menargetkan paling lambat dua bulan ini semua pelajar yang sesuai kriteria mendapatkan vaksin. “Dengan begitu kalau tenaga pendidik dan peserta didik sudah divaksin semua, maka PTM dengan menerapkan prokes maka akan berjalan dengan aman dan lancar,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muba, Azmi Dariusmansyah, menambahkan realisasi vaksinasi penduduk Muba mencapai 24,51 persen. Angka tersebut setara dengan 108.888 orang dari target sasaran sebanyak 450.831 orang. Sementara di Palembang, kegiatan vaksinasi pelajar terus digencarkan. Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan vaksinasi pelajar sudah dilakukan di sebagian besar fasilitas pelayanan kesehatan dan sekolah di Kota Palembang. “Kita terus mendorong agar semua pelajar yang sesuai dengan syarat bisa melakukan vaksinasi covid-19,” ucapnya.
Ia berharap kedepan tidak adanya klaster penularan bagi anak-anak selama penerapan Prokes dilakukan secara ketat. Kota Palembang yang saat ini turun menjadi zona level tiga dinilainya telah sesuai dengan instruksi Mendagri Nomor 41 untuk kota Palembang, yakni telah dapat melaksanakan sekolah tatap muka.
“Tetapi tentu dengan catatan-catatan Protokol Kesehatan, dan ruang kelas juga tidak boleh lebih dari 15 orang,” ujarnya. Fitri juga menegaskan, bahwa jika suatu saat terjadi penularan di lingkungan sekolah, maka pihaknya tidak segan-segan untuk melakukan penutupan sekolah tatap muka meskipun dengan berat hati.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close