Uncategorized

MUI Ajak Masyarakat Taati Larangan Mudik untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Sekjen MUI mengajak masyarakat mematuhi anjuran larangan mudik dari pemerintah guna menekan angka penyebaran virus Covid-19.

“Saya ingin mengajak kaum Muslimin, dan seluruh masyarakat Indonesia, kita jadikan momentum Ramadhan ini untuk memperkuat disiplin kita terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19 dan memutus mata rantai penyebaran Covid,” kata Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, Buya Dr Amirsyah Tambunan saat konferensi pers secara live di Media Center Graha BNPB, Jakarta, Jumat (23/4)

Terkait kebijakan peniadaan mudik ini berdasarkan data yang menunjukkan lonjakan penyebaran penularan Covid-19 yang sangat signifikan pasti terjadi setiap kali ada momentum kerumunan masyarakat, dalam hal ini termasuk pula mudik yang bisa mengakibatkan kerumunan massa pada satu tempat.Dalam menekan angka penyebaran dan munculnya cluster baru Covid-19, perlu kontribusi dari seluruh masyarakat dengan cara tetap mementingkan protokol kesehatan dan tidak menganggap remeh kebiasaan new normal yang selama ini sudah dianjurkan pemerintah, yang selanjutnya disebut 3M, menjaga jarak, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan.

“Kami dari MUI dan ormas juga akan terus melakukan tiga hal. Pertama adalah literasi, kedua sosilasisai, dan terakhir adalah edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya patuh pada protokol kesehatan,” jelasnya.

Dia berharap momentum landainya angka penularan virus covid-19 yang terjadi dalam bulan ramadhan ini bisa terus dipertahankan. “Insya Allah saya yakin saya optimis tentu dengan penuh ikhtiar, bahwa ramadhan dapat kita jadikan momentum untuk menurunkan penyebaran Covid-19,” imbuhnya.

Pemerintah melalui Satgas covid-19 melakukan pengetatan mobilitas masyarakat sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik hari raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah. Hal ini mulai diberlakukan sejak Kamis, 22 April 2021.

Artikel ini diambil dari laman mui.or.id.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close