DaerahNasional

Seminar Advokasi Kelompok Rentan Human Trafficking

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Kedeputian Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bersama dengan fakultas hukum Universitas Tanjungpura (UNTAN) Kamis 3 Desember 2020, menggelar seminar bertajuk “Advokasi Kelompok Rentan (Perempuan dan Anak) Sebagai Korban Perdagangan Manusia (human trafficking) di Kota Singkawang dan Pontianak untuk Mewujudkan Keadilan Sosial” di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat.

“Kita ingin bangsa yang merdeka, bangsa yang bermatabat, bukan hanya negaranya saja yang merdeka tapi rakyatnya juga merdeka,” ujar Wakil Kepala Badan Pembinaan Indeologi Pancasila (BPIP) Prof Dr. Hariyono M.Pd. dalam sambutannya.
Baca Juga

“Hakekatnya dari dimensi inilah BPIP khususnya di kedeputian advokasi hukum dan pengawasan regulasi menyadari di berbagai tempat khususnya di Singkawanng dan Pontianak masih banyak jejak perdagangan manusia. Ini tidak akan mungkin ditangani secara linier,” kata Hariyono.
Akses Pendidikan

Lanjutnya, di abad 21, temuan dan perubahan zaman tidak selalu linier tapi juga distraktif. Sehingga akan muncul inovasi yang sifatnya eksponensial termasuk dalam hal perdagangan manusia. Dalam konteks masyarakat, perdagangan manusia disebabkan akses pendidikannya yang masih rendah.

“Lembaga yang bisa obyektif dan bisa sekaligus memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam kasus perdagangan manusia adalah lembaga perguruan tinggi. Maka BPIP mersa bersyukur dapat bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura,” ucap Hariyono.

Dikatakannya pula, nantinya hal ini menjadi tanggung jawab semua stakeholder. Seperti dinas sosial, Kemenkuham maupun lembaga lain khususnya pemda. Untuk mencerahkan dan mencerdaskan serta memberdayakan masyarakat.

“Jika semua masyarakat sudah diberdayakan maka kelompok rentan itu sudah tidak ada. Sehingga potensi perdagangan manusia dapat diminimalisir,” terang Hariyono.

Sebagai tahap awal, menurut Hariyono, pendekatan atau pembinaan dalam bidang advokasi bidang hukum itu menjadi sesuatu yang mendesak. Untuk itulah, BPIP bekerja sama dengan fakultas hukum Unversitas Tanjungpura.

“Kami Yakin Rektor dan dekan Universitas Tanjung punya akses dan kemauan untuk besinergi dengan elemen elemen lain. Bagaimana kelompok rentan tersebut menjadi obyek perdagangan manusia,” tutup Hariyono.

Sementara itu, Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Prof. Dr. Garuda Wiko SH. MS.i, menyambut gembira terjalinnya kerjasama dengan BPIP, dan mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya yang diberikan oleh BPIP.

”Sekarang ini yang didorong adalah kolaborasi, dalam konteks ini pihaknya tidak bisa berdiri sendiri untuk semua dalam internalisasi linier pembinaan pancasila,” ujar Garuda Wiko.

Dia juga meminta kepada BPIP itu untuk membuat model atau simulasi pembinaan Pancasila bisa menarik generasi sekarang ini. Karena menurut Garuda Wito, generasi sekarang ini instan, cepat dan tidak kaku.

“Saya berharap bisa melanjutkan kerjasama ini, terutama soal pendidikan dan menginternalisasi nilai Pancasila,” harap Garuda Wiko.

Sumber : https://nusadaily.com/nusantara/bpip-dan-universitas-tanjungpura-gelar-seminar-advokasi-kelompok-rentan-human-trafficking.html

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close