BeritaNasional

Stafsus BPIP: Sumpah Pemuda, Momentum Peringati Pentingnya Persatuan & Kesatuan

JAKARTA – 28 Oktober diperingati Bangsa Indonesia sebagai Hari Sumpah Pemuda. Salah satu peristiwa penting yang tercatat dalam sejarah Bangsa Indonesia.

Staf Khsus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (Stafsus Ketua DP BPIP), Antonius Benny Susetyo, mengatakan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum penting untuk mengingat kembali pentingnya persatuan Bangsa Indonesia dalam mencapai Indonesia merdeka.

“Sejak awal pemuda kita berjiwa kebangsaan. Karena mereka cinta bersama untuk merdeka tanpa melihat kebangsan, kesukuan, dan keagamaan,” ujar Benny, Senin 26 Oktober 2020.

Salah Satu Staf Ketua DP BPIP, yang juga Rohaniwan itu mengulas kembali secara singkat rangkaian sejarah Sumpah Pemuda. “Sumpah Pemuda tercetus dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Namun dua tahun sebelumnya, telah dilakukan Kongres Pemuda I mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta),”

Lanjutnya bercerita, Kongres Pemuda I atau Kerapatan Besar Pemuda dihadiri oleh perwakilan dari perhimpunan pemuda/pemudi. Termasuk Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers, Jong Bataks Bond, Pemuda Kaum Theosofi, dan masih banyak lagi.

Salah Satu Staf Ketua DP BPIP, yang juga Rohaniwan itu mengulas kembali secara singkat rangkaian sejarah Sumpah Pemuda. “Sumpah Pemuda tercetus dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928. Namun dua tahun sebelumnya, telah dilakukan Kongres Pemuda I mulai tanggal 30 April hingga 2 Mei 1926 di Batavia (Jakarta),”

Lanjutnya bercerita, Kongres Pemuda I atau Kerapatan Besar Pemuda dihadiri oleh perwakilan dari perhimpunan pemuda/pemudi. Termasuk Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Ambon, Sekar Rukun, Jong Islamieten Bond, Studerenden Minahasaers, Jong Bataks Bond, Pemuda Kaum Theosofi, dan masih banyak lagi.

Keberagaman yang ada pada saat itu, kata Benny, menunjukkan para pemuda di masa perjuangan kemerdekaan Indonesia tak menjadikan perbedaan status sosial sebagai halangan untuk bersama-sama membangun negeri melalui ikrar satu tanah air, bangsa, dan bahasa. “Generasi 28 mampu mengatasi sekat pemisah karena mereka memiliki jiwa merdeka. Ini harus ditiru generasi kita,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan tujuan digelarnya Kongres Pemuda II antara adalah untuk melahirkan cita-cita semua perkumpulan pemuda pemuda Indonesia, membicarakan beberapa masalah pergerakan pemuda Indonesia, serta memperkuat kesadaran kebangsaan dan memperteguh persatuan Indonesia.

“Dari generasi 28 kita bisa belajar kemampuan mereka membangun kesadaran nilai-nilai kebangsaan tanpa memikirkan lingkaran kepedulian SARA,” pungkasnya

 

Sumber : https://nusadaily.com/metro/stafsus-bpip-sumpah-pemuda-momentum-peringati-pentingnya-persatuan.html

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close