Berita

BPIP Akan Fokus pada Tiga Isu Ini untuk Gelorakan Pancasila

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Soesatyo menyebut ada tiga persoalan atau isu yang menjadi fokus atau perhatian lembaganya ke depan. Salah satunya mengenai intoleransi yang belakangan ini terus disuarakan dalam ruang publik.

Hal itu diungkapkan Benny dalam diskusi BPIP bersama media secara daring, Selasa (20/10/2020). Diskusi itu, membahas terkait strategi komunikasi BPIP dalam menggelorakan nilai-nilai Pancasila dalam ruang publik.

“Memang ke depan yang harus diangkat oleh BPIP itu adalah masalah intoleransi. Itu harus diangkat karena itu persoalan keragaman kemajemukan,” kata Benny saat memberikan arahan dalam forum tersebut.

Tak hanya intoleransi, dia melihat ada dua persoalan lain yang juga harus diangkat BPIP. Persoalan tersebut mengenai bagaimana masyarakat hidup berogotong royong dan kebijakan-kebijakan publik yang mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila.

“Tiga pokok itu yang menurut saya harus menonjol dalam ruang publik sehingga BPIP itu menjadi jelas fungsinya adalah menjaga ideologi bangsa,” ujarnya.

Benny juga mengusulkan kepada BPIP agar terus membangun atau menjalin hubungan dengan sejumlah komunitas-komunitas di masyarakat. Dengan komunikasi tersebut diharapkan nantinya lahir aksi nyata terkait penghayatan nilai-nilai yang terkandung dari masing-masing sila dalam Pancasila.

“Itu yang dibutuhkan ke depannya. Maka ke depan memang kita membutuhkan sebuah kemampuan untuk membangun narasi di ruang publik,” ujarnya.

Asal Usul Salam Pancasila

Sebelumnya Direktur Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP Akbar Hadi Prabowo menuturkan, asal usul salam Pancasila mengadopsi salam merdeka yang pernah digaungkan proklamator Indonesia Bung Karno pada 31 Agustus 1945. Maklumat tersebut berlaku pada 1 September 1945.

“Jadi ketika di awal kemerdekaan ini, bagaimana untuk mempersatukan dan membangkitkan semangat kebangsaan, maka Bung Karno menggelorakan yang namanya salam merdeka. Salam merdeka itu tidak mengepal ya, tapi 5 jari di atas pundak dengan jari-jari rapat,” ujarnya dalam rapat BPIP bersama media secara daring, Selasa (20/10/2020).

Sayangnya, seiring berjalannnya waktu, semangat-semangat kebangsaan tersebut mulai memudar. Bahkan, kata Akbar, lembaga yang mengurusi pembinaan ideologipun saat itu tidak ada.

Kemudian, beberapa tahun belakangan ini Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri berinisiatif mengadopsi salam merdeka yang digelorakan sang ayah, Bung Karno untuk digunakan kembali. “Oleh karena itu, ibu Megawati menggaungkan yang namanya salam pancasila,” katanya.

Sumber : https://www.inews.id/news/nasional/bpip-akan-fokus-pada-tiga-isu-ini-untuk-gelorakan-pancasila

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close