Uncategorized

Lembaga Survei Asing: Jokowi 56,2%, Prabowo 43,5%

JAKARTA – Hasil survei sejumlah lembaga menyatakan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) masih unggul atas pesaingnya calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Hasil yang sama ternyata juga berlaku dalam hasil survei yang dikeluarkan oleh lembaga survei asing.

Lembaga survei Roy Morgan yang berbasis di Melbourne, Australia, menyatakan Jokowi mendapatkan dukungan 56,5 persen dari 1.102 responden. Sementara lawannya, Prabowo Subianto mendapatkan dukungan sebesar 43,5 persen.

Rincian lebih lanjut dari hasil survei itu menunjukkan bahwa enam dari 10 orang pemilih pedesaan memilih Jokowi. Namun, di antara pemilih perkotaan, perbedaan antara kedua kandidat jauh lebih kecil. Sebanyak 51,5% pemilih perkotaan memilih Jokowi berbanding 48,5 persen yang memilih Prabowo.

Sebagian besar dukungan geografis terhadap calon presiden pun tetap tidak berubah. Jokowi populer di daerah asalnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, sementara Prabowo di kota asalnya dan Ibu Kota Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan pulau Sulawesi.

“Meskipun membuntuti Prabowo, dukungan untuk Jokowi di Jakarta, Jawa Barat dan Banten telah meningkat pada bulan Maret dari sebulan yang lalu,” kata para peneliti Roy Morgan.

“Namun, Prabowo juga mendapatkan keuntungan di pulau Sulawesi dan Kalimantan,” tambah mereka seperti dikutip dari The Straits Times, Rabu (3/4/2019).

Menurut Roy Morgan, persentase dukungan terhadap Prabowo mengalami peningkatan dibanding Desember 2018 lalu. Kala itu, pasangan Prabowo-Sandiaga Uno mendapat dukungan 40,5%, berada di belakang pasangan Jokowi-Ma’ruf yang mencapai 59,5%.

Ini berarti para penantang telah mengalami peningkatan sebesar tiga poin persentase dari survei Roy Morgan pada Desember tahun lalu, sementara dukungan untuk petahana dan wakil presidennya telah jatuh dengan selisih yang sama.

Meski hasil survei terbaru ini menunjukkan dukungan terhadap Prabowo meningkat, menurut Kepala Eksekutif Roy Morgan Michele Levine, Jokowi masih berada di jalur untuk memenangkan masa jabatan kedua. Pasalnya, waktu dua minggu yang tersisa sebelum waktu pencoblosan tidak memungkinkan bagi Prabowo untuk mengejar elektabilitas Jokowi.

“Meskipun dukungan untuk Prabowo sekarang telah meningkat selama dua bulan berturut-turut, waktu semakin habis bagi penantang untuk menutup celah pada Presiden,” kata Levine.

 

Sumber : Sindo

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close