Uncategorized

SILATURAHIM PRESIDEN RI DENGAN PARA PETANI KARET SUMSEL

Pada 09 Maret 2019 di Balai Penelitian Sembawa Kab. Banyuasin, Prov. Sumsel, berlangsung Silaturahim Presiden RI Joko Widodo dengan Para Petani Karet Sumsel, dihadiri antara lain Pramono Anung (Menteri Seskab), Basuki Hadimuljono (Menteri PUPR), Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan), Darmin Nasution (Menko Ekuin), H. Herman Deru (Gubernur Sumsel), Irjen Pol Zulkarnain Adinegara (Kapolda Sumsel), Mayjen TNI Irwan (Pangdam II/Swj), H. Askolani Jazi (Bupati Banyuasin) beserta jajaran lainnya dan diiikuti 2.500 peserta.

Herman Deru mengatakan sangat senang atas kedatangan Presiden RI untuk berdialog langsung dengan para petani di Sumsel. Unit Pengolahan Pemasaran Bokar (UPPB) insya Allah akan ditingkatkan kembali. Masih banyak petani yang mencampur bokar karet dengan bahan yang tidak baik. Pemerintah pusat akan memberikan bantuan asam semut untuk mempercepat pembekuan karet. Ada 1.600 hektar akan diberikan bibit tanaman karet untuk peremajaan kebun.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan antara lain, Semua negara merasakan ekonomi turun, banyak negara yang tidak sanggup menahan tekanan ekonomi dunia. Indonesia harus bersyukur karena masih bisa bertahan dengan pertumbuhan ekonomi masih 5 persen. Ekonomi dunia belum normal, tetapi untuk karet kita telah berupaya tetapi memang tidak mudah apalagi karet juga ada di Malaysia, Thailand dan kita sudah menyampaikan kepada mereka dan sekarang harga karet sudah mulai naik. Mudah – mudahan akan menuju kearah harga normal kembali.

Pemerintah berupaya semaksimal mungkin dengan segala cara seperti mencampur aspal dengan karet dan sudah dicoba dengan baik. Kedepan akan kita perintahkan keseluruh daerah untuk menggunakan aspal dengan karet. Harga karet sekarang 8.300 s.d 9.000 ribu per kg. Kedua saya sudah perintahkan ke menteri perindustrian untuk tidak mengekspor karet keluar sampai ekonomi dunia kembali normal. Kita akan membuat pabrik ban dan lain – lain.

Ketiga BUMN saya paksa untuk membeli karet-karet di petani dengan harga yang baik sampai harga dunia baik baru dipasarkan keluar negeri.

Karet juga akan kita atur sehingga jangan semua petani menanam karet, sehingga tidak mengalami kesulitan. Kedepan menteri pertanian akan memberikan pupuk kepada para petani.

Tanya jawab Presiden RI dengan petani karet yaitu Farid Bani Adam (petani karet) mengatakan senang bertemu dengan presiden. Sebelumnya harga karet 5.000 ribu per kg sekarang sudah harga 8.000 – 9.000 ribu per kg. Saya berharap pak Jokowi menjadi presiden kembali untuk periode berikutnya.

Masriyah (petani karet) menyampaikan untuk UMKM produk souvenir minta agar bahannya dari karet. Kendalanya untuk alat cetaknya belum ada, kami minta ada pembinaan dari pemerintah. Presiden menanggapi dengan mengatakan nanti saya akan kirim tim untuk menindaklanjuti.

Presiden akan mengikuti dan memantau terkait harga karet sehingga dapat didongkrak agar harganya naik terus.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close