Uncategorized

Deklarasi Masyarakat Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin mendukung Capres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin

Deklarasi masyarakat Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mendukung Pasangan Capres (Capres) nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin, Minggu (16/12/2018).

Hadir pada kegiatan tersebut Jhon Kenedy, Caleg DPRD Kabupaten Muba 2019, Julius Alev Yadhie. Caleg DPRD Provinsi Sumsel/Dapil IX Kabupaten Muba, Basroni SE (Ketua Banteng Muda Indonesia/BMI Provinsi Sumsel) dan diikuti sekitar 500 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, pemuda dan masyarakat Desa Suka Damai.

Jhon Kenedy, Caleg DPRD Muba 2019 mengatakan secara rutin sudah melakukan kegiatan seperti ini membaca Surat Yasin di Dapil II Pileg Tahun 2019 Kab.Muba, dirinya Memperkenalkan identitas diri dan bersama istrinya, bahwa dirinya mempunyai anak 4 orang, 3 perempuan dan 1 laki-laki. Memperkenalkan saudara Julius Alev Yadhie bahwa beliau adalah pengurus DPD I Prov.Sumsel, Caleg DPRD Prov.Sumsel di Dapil IX Kab.Muba.
“ Memohon juga doa dan dukungannya pihak mencalonkan diri sebaga Wakil Rakyat atau anggota DPRD Kab.Muba dan Anggota DPRD Prov.Sumsel Tahun 2019. Meminta doa dan dukungan untuk Jokowi-Ma’ruf Amin menang terpilih sebagai pasangan Presiden pada Pilpres 2019,” Katanya

Dalam rangkaian acara juga tersedia sesi tanya jawab bermasa masyarakat, salah satu warga, Wayan, saat memberikan pertanyaan menanyakan, kenapa tarif lampu listrik yang perbulanya beda berselisih jauh. Padahal digunakan dengan alat elektronik yang itu saja seperti yang kemarin. Apakah ini karena pengelolaanya oleh PT. Muba Elektrik Power (PT.MEP),Infrastruktur jalan yang tidak rata bergelombang atau berlumbang, Sumur bor agar aliran airnya bersih untuk masyarakat.

Sedangkan Faruk warga lainnya bertanya juga soal opsi motivasi Capres Jokowi jika tidak terpilih pada Pilpres 2019 juga mempertanyakan soal rendah kecilnya harga getah karet.

Jhon Knedy bersama Julius Alev Yadhie, menjawab dengan lugas bahwa Tarif listrik di Kabupaten Muba saat ini masih murni dikelola oleh PT MEP. PLN di murni dikelola oleh Negara. Saat itu agar PLN cepat segera masuk ke desa-desa terpencil, pengelolaanya di wilayah Kabupaten Muba diminta dikelola oleh PT.MEP. Sehingga perbedaan harganya lebih besar dari seperti dikelola oleh PLN langsung. Namun sisi positifnya listrik cepat masuk ke desa-desa menerangi desa. Diminta masyarakat memakluminya karena pengelolaanya sementara saat ini masih dikelola oleh pihak ketiga. Sementara pihak, Pemkab.Muba saat ini sedang mengupayakan agar pengelolaan PLN oleh PT.MEP dikembalikan lagi kepada PLN dengan syarat aset-aset PLN yang dikuasai PT.MEP dikembalikan lagi kepada PLN.

“ Terkait infrastruktur jalan, diharapkan masyarakat bersabar dahulu, karena pihak Pemkab.Muba bergilir bergantian mengalokasikan perbaikan dititik jalan yang ada di Kab.Muba, dan Terkait air bersih aliran sumur bor, diharap masyarakat memakluminya dahulu, karena alokasi APBD Kab.Muba dibagi-bagi berbagai macam bidang untuk kebutuhan publik masyarakat lainya. APBD Muba tahun 2019 saat ini sekitar 6 Triliun,”bebernya.

Keduanya meminta masyarakat optimis bahwa dirinya terpilih menjadi anggota legislatif dan Jokowi terpilih lagi menjadi Presiden RI untuk periode 2019-2024.” Mengakui ekonomi kita ini dikuasai oleh pemodal. Sehingga harga-harga dikuasai sesuai kehendaknya sendiri. Namun terkait harga karet, Presiden Jokowi akan segera membeli harga karet rakyat dengan rencana harga Rp 10.500 s/d 10.800 perkilonya. Saat ini sedang pembahasan teknis pembelianya apakah melalui KUD, toke karet atau BUMDes,” pungkasnya.(Anang).

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close