BeritaDaerahPolitik

Orasi Kebangsaan Menjaga Semangat Pemuda di Hari Pahlawan

INDOPOS.NET – Sejumlah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Pemuda Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Sumsel, menolak penggunaan kalimat tauhid pada bendera maupun kepentingan organisasi tertentu. Termasuk menolak akan hadirnya ideologi khilafah di Indonesia.

“Yang ada di Indoensia ini, ideologinya Pancasila. Itu sudah disepakati sejak awal Kemerdekaan Indonesia,” ujar Koordinator Pelaksanaan Orasi Ilmiah Pemuda NKRI Sumsel, Husin Trianda SH, di halaman Monpera, Palembang, Sabtu (10/11).

Dikatakan, itu kesepakatan dari organisasi kepemudaan. Seperti PMII, Pemuda Pancasila, Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Himpunan Pemuda dan Perantauan (HPP) Muratara, Himpunan Mahasiswa Pali (Himapali), Banser NU, Anshor dan lainnya. “Point pentingnya, menolak kalimat tauhid dijadikan alat politik dan poitisasi kalimat tauhid oleh siapapun juga,” tegasnya.

Perwakilan Pemuda Pancasila, Syamsu Rizal, dalam orasinya menyatakan NKRI sudah menjadi harga mati dengan ideologinya Pancasila. “Tidak ada alasan bagi kita untuk mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi khilafah.

Bahkan dari tiap sila yang ada, menjadi dasar dalam perikehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” imbuhnya. Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sumsel, Ahmad Rizali, menyambut generasi muda yang memiliki kepedulian dengan kondisi bangsa.

“Ideologi Pancasila sudah sangat pas diterapkan di Indonesia. Dengan kata lain, NKRI tanpa pancasila seperti sayur tanpa garam. Sehingga sudah seharusnya ideologi ini dipertahankan dan tidak diganti dengan ideologi lainnya. Termasuk ideologi khilafah,” pungkasnya. (afi/air)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close